3. Harry Potter And The Prisoner Of Azkaban

Harry Potter was a highly unusual boy in many ways. For one thing, he
hated the summer holidays more than any other time of year. For another,
he really wanted to do his homework but was forced to do it in secret,
in the dead of night. And he also happened to be a wizard.
It was nearly midnight, and he was lying on his stomach in bed, the
blankets drawn right over his head like a tent, a flashlight in one hand
and a large leather-bound book (A History of Magic by Bathilda Bagshot)
propped open against the pillow. Harry moved the tip of his
eagle-feather quill down the page, frowning as he looked for something
that would help him write his essay, “Witch Burning in the Fourteenth
Century Was Completely Pointless discuss.”
The quill paused at the top of a likely-looking paragraph. Harry Pushed
his round glasses up the bridge of his nose, moved his flashlight closer
to the book, and read:
Non-magic people (more commonly known as Muggles) were particularly
afraid of magic in medieval times, but not very good at recognizing it.
On the rare occasion that they did catch a real witch or wizard, burning
had no effect whatsoever. The witch or wizard would perform a basic
Flame Freezing Charm and then pretend to shriek with pain while enjoying
a gentle, tickling sensation. Indeed, Wendelin the Weird enjoyed being
burned so much that she allowed herself to be caught no less than
fortyseven times in various disguises.

download

Posted in e-book. 2 Comments »

2. Harry Potter And The Chamber Of Secrets

THE WORST BIRTHDAY
Not for the first time, an argument had broken out over breakfast at
number four, Privet Drive. Mr. Vernon Dursley had been woken in
the early hours of the morning by a loud, hooting noise from his
nephew Harry’s room.
“Third time this week!” he roared across the table. “If you can’t
control that owl, it’ll have to go!”
Harry tried, yet again, to explain.
“She’s bored,” he said. “She’s used to flying around outside. If I could
just let her out at night -”
“Do I look stupid?” snarled Uncle Vernon, a bit of fried egg dangling
from his bushy mustache. “I know what’ll happen if that owl’s let
out.”
He exchanged dark looks with his wife, Petunia.
Harry tried to argue back but his words were drowned by a long,
loud belch from the Dursleys’ son, Dudley.

download 

Posted in e-book. 2 Comments »

1. Harry Potter And The Sorcerers Stone

bagi anda yang suka ama bukunya harry potter, mungkin informasi ini sudah telat. tapi ga’ papalah sekedar untuk ngisi blogku ini az. :D . dibawah ini sedikit cuplikannya.

THE BOY WHO LIVED
Mr. and Mrs. Dursley, of number four, Privet Drive, were proud to say
that they were perfectly normal, thank you very much. They were the last
people you’d expect to be involved in anything strange or mysterious,
because they just didn’t hold with such nonsense.
Mr. Dursley was the director of a firm called Grunnings, which made
drills. He was a big, beefy man with hardly any neck, although he did
have a very large mustache. Mrs. Dursley was thin and blonde and had
nearly twice the usual amount of neck, which came in very useful as she
spent so much of her time craning over garden fences, spying on the
neighbors. The Dursleys had a small son called Dudley and in their
opinion there was no finer boy anywhere.
The Dursleys had everything they wanted, but they also had a secret, and
their greatest fear was that somebody would discover it. They didn’t
think they could bear it if anyone found out about the Potters. Mrs.
Potter was Mrs. Dursley’s sister, but they hadn’t met for several years;
in fact, Mrs. Dursley pretended she didn’t have a sister, because her
sister and her good-for-nothing husband were as unDursleyish as it was
possible to be. The Dursleys shuddered to think what the neighbors would
say if the Potters arrived in the street. The Dursleys knew that the
Potters had a small son, too, but they had never even seen him. This boy
was another good reason for keeping the Potters away; they didn’t want
Dudley mixing with a child like that.

klo mau baca yang lengkap, silahkan download filenya

download

Posted in e-book. 1 Comment »

Mana Tahan

kau pacar yang sempurna
baik tampan dan kaya
tak hentinya ku banggakan di depan mereka
semua orang bilang beruntungnya diriku
dapatkan pacar sepertimu

tapi sayangnya kau buat ku kecewa
selama ini kau telah berdusta

teganya dirimu selingkuh di belakangku
hingga membuatku malu
menyesal diriku tlah membanggakan dirimu
aduh mana tahan ku malu

Please

aku sungguh tak mengerti
mengapa kamu selalu saja
diam di hati ini
dan terus menghantui

sudah waktunya kini
tuk bayanganmu langkahkan kaki
tinggalkan diri ini
dan jangan kembali

reff:
ah.. aku takkan pernah jatuh cinta
pada lelaki yang mana pun juga
jika kamu masih ada disini
ah.. kamu memang masih aku cinta
tapi kamu sudah ada yang punya
please tinggalkan aku

disaat cinta kita telah terbelah dua
dihadapan
tapi kau masih disisiku

Selingkuh Sekali Saja

kau temukanku telah jatuh
dalam cobaan terdahsyat dari cinta
ku tlah tergoda
aku tak setia
aku khianati kita

maafkan ku yang tak mengertimu
karna ku tak mampu hindari rasa

ijinkan aku sekali saja
rasakan cinta yang lain
sekali saja ku ingin memeluknya
dan cium bibirnya
hanya untuk biarkan dia
dan kenangannya berlalu

kau temukanku telah terjatuh
dalam cobaan terdahsyat dari cinta
ku tlah tergoda
aku tak setia
aku khianati kita

ijinkan aku sekali saja
rasakan cinta yang lain
sekali saja ku ingin memeluknya
dan cium bibirnya
hanya untuk biarkan dia…

ijinkan aku sekali saja
rasakan cinta yang lain
sekali saja ku ingin memeluknya
dan cium bibirnya
hanya untuk biarkan dia
dan kenangannya berlalu

Temani Aku

kucoba tutup hariku
lewati hari bersamamu
lupakan kenangan yang lalu
saat kau masih disisiku

dan kini kau kembali
inginkan ku jadi milkmu
mengulang kisah yang tlah lalu
namun untuk selamanya

(dengarlah kini ku katakan)
temani aku disini
jangan pernah pergi lagi
kuingin kau ada di sisiku kini dan selamanya
yakinkan hatimu sayang
jika aku yang kau pilih
pastikan diriku yang terakhir di dalam hatimu

Tercipta Untukmu

semula khayalan dan seluruh impian
ingin membeku mencair perlahan
hangatkan jiwaku sejak hadirmu
hanya luka hati ada masih tersisa

ku tau dirimu melebihi semua yang eprnah ada
kau biarkan aku lepaskan semua lara di bahumu
hanya luka hati ada masih tersisa
jangan saat ini kau beriku cinta

reff:
biarkan waktu ku lupakan semua
dari segala luka yang membelenggu
suatu saat nanti ku kan bersamamu
jika memang ku tercipta untukmu

Jatuh

hatiku berhenti menari
terpaku dalam bimbang sunyi
rasa sedih yang entah batasnya
terhanyut aku disana
dalam telaga hatinya

reff:
saat bersamamu sederhana dan indah
tak dapat ku ungkapkan dengan kata-kata
perasaan yang ada hilang lebur bersama
saat engkau menjelang bahagia dengannya

kenangan sia-sia bertahan
tersudut dan melengkung hening
takkan letih, letih ku cari
apa yang tersembunyi di dalam relung hati

back to reff

Abrakadabra

ada banyak lelaki yang menginginkan diriku ini
namun mengapa aku tak mampu untuk hindari
kamu dengan pesonamu
kamu mencuri hatiku oh..

tak pernah aku suka disaat kau menatap mataku
karna aku tak kuasa mengendalikan diriku
kamu yang butakan aku
kamu yang taklukkan aku

reff:
sihir apa yang kau punya
mantra apa yang kau ucap
hingga membuatku mabuk kepayang
sihir apa yang kau punya
mantra apa yang kau ucap
kau jerat diriku
dan kau buat aku menggila

apakah ini karmaku yang pernah membencimu
abrakadabra kau menyihirku (2x)